Kota Mati
Kota ini mati, aku tak melihat tanda kehidupan...
Malam itu, bulan bersinar apa adanya. Bintang tak terlihat sama sekali. Bulan sedang ingin sendiri, setidaknya begitu yang disampaikan oleh langit. Rokokku habis, aku terpaksa meninggalkan penginapanku sejenak. Mana mungkin aku melukis tanpa ditemani rokok? Ia telah setia menemaniku. Jika saja ia adalah seorang wanita, sudah pasti aku akan menikahinya kalau esok tidak hujan.
Kuputuskan untuk membeli beberapa batang di warung sekitar penginapan. Seingatku ada warung sekitar penginapan yang kulalui sehabis dari konferensi tadi. Semua orang butuh penjelasan tentang isu yang beredar saat ini. Mau tak mau aku harus berbicara pada konferensi tadi. Aku bukan Tuhan dan mereka lebih tertarik mendengar penjelasanku daripada percaya pada Tuhan mereka. Heran. Aku mengunci kamarku dengan perlahan agar tetangga kamarku tidak terbangun. Kumasukkan kunci kuning itu pada saku kiri celana, sewarna dengan mancisku. Sial, ada tangga yang harus kulalui untuk turun ke pintu keluar.
Sepi, hanya ada suara langkah kakiku. Tak ada orang di meja resepsionis, tak ada ucapan selamat malam atau sebuah pertanyaan aku hendak kemana. Memang, terkadang pertanyaan itu cukup mengganggu. Ya, aku paham jikalau itu hanya sebuah regulasi kerja yang harus mereka jalani. Memangnya ada yang benar-benar peduli di dunia ini? Jangan buat aku tertawa kawan, paru-paruku sudah cukup kering tanpa asap.
Tak butuh waktu lama untuk membeli 3 batang rokok, cukup 4-6 menit. Aku pikir, akan lebih baik jika aku meninggalkan ponselku di kamar penginapan. Ini masih pukul 20:00, aku butuh sedikit jeda sehabis konferensi tadi.
Semua orang butuh jeda bukan?
Apa salahnya terlarut pada dunia masing-masing?
Dunia tak selalu berputar tentang uang. Bahkan bulan tak selalu butuh bintang untuk membantunya menerangi malam, ditemani kumulus juga tak masalah. Lagi pula, aku jadi punya kesempatan untuk berkenalan dengan orang baru jika ada warung kopi dalam perjalananku membeli rokok nanti.
Sebaiknya aku mulai bergegas, aku juga butuh istirahat. Lebih cepat lebih baik.
Ada yang aneh, ini belum terlalu larut untuk jam malam. Mengapa jalanan sepi? Tak ada satu pun kendaraan yang lewat. Tak ada pejalan kaki atau pun pedagang yang lewat. Bahkan tak ada kucing, tak ada kelelawar, tak ada buaya. Apa-apaan ini? Lelucon macam apa ini? Aku pasti sedang bermimpi! Kuayunkan lenganku kencang-kencang sebagai pemanasan sebelum aku menumbuk perutku. Cubit tidak akan berguna, wajahku terlalu tebal.
*BUKK!!*
SIAL!!, umpatku dalam hati. Cukup di hati, karena di hati kosong. Oh iya aku lupa, karena jalanan sedang kosong, seharusnya aku berteriak untuk memancing keributan, tapi yasudahlah.
Seingatku, ada warung di arah kanan penginapan. Aku akan kesana saja untuk membeli rokok, sudah ada yang pasti mengapa harus mencari warung lain?
APA-APAAN INI? Pukul 20:04 dan warungnya sudah tutup? Mereka bilang warung pinggiran jaman sekarang selalu sedia 24 jam. Mulai detik ini aku tidak akan percaya dengan orang yang mengatakan akan selalu sedia 24 jam, karena itu hanya kebohongan untuk mempernyaman diriku. Tepat persis seperti warung ini.
Mau tidak mau aku harus memperpanjang langkahku. Dan aku menyesal tak membawa ponselku. Siapa yang mengira jalanan bakal sesepi ini? Sudah seperti social media yang membaca posting-an ini tentunya.
Warung. Aku melihat warung. Kukencangkan lariku, aku butuh asap. Asap kendaraan tak apa, jalanan ini terlalu sepi. Aku bertanya ada apa saja rokok ecer yang disediakan di warung ini. Mahalbro, Ajik Samsul, Danil, dan Resek. Itu pilihan rokok ecer yang disediakan di warung ini. Harganya sama, Rp 5000 untuk 3 batang. Heran. Tentu aku akan memilih Mahalbro, sesuai namanya Mahal Bro kalau beli 1 bungkus.
Pemilik warung menyempatkan diri untuk sedikit bercerita tentang sepinya jalanan semenjak isu yang sedang beredar di social media. Ah, aku lebih baik menjadi telinga saja. Lelah untuk berucap dan menanggapi. Di lain pihak, aku kasihan dengan warung-warung kecil ini. Demi kesehatan memang ada baiknya untuk tinggal di rumah daripada berpergian, tapi ini terlalu parah dan sepi. Penghasilan warung menjadi kecil seperti sebutannya, 'Warung Kecil'. Bagaimana orang-orang seperti mereka bisa bertahan di keadaan seperti ini? Tentu isu ini juga mengakibatkan rusaknya ekonomi dunia. Entahlah, aku bukan orang berdasi yang mempunyai kuasa untuk hal tersebut, aku hanya telinga yang mampu mendengar keluh kesah orang-orang kecil ini. Terkadang menjadi pendorong semangat juga. Untuk saat ini, aku hanya bisa berdoa untuk kebaikan dan kesehatan mereka.
Saatnya kembali ke penginapan, aku ingin beristirahat. Tak ada gunanya mencari warung kopi, sudah pasti sepi. Itu pun kalau ada yang buka. 5 menit aku berjalan kembali, tiba-tiba ada tetesan air yang membasahi pipiku. Sial! Sudah sunyi, basah pula.

Bagus kak, ceritanya bikin degdegan
BalasHapus"Selamat siang Bos ��
BalasHapusMohon maaf mengganggu bos ,
apa kabar nih bos kami dari Agen365
buruan gabung bersama kami,aman dan terpercaya
ayuk... daftar, main dan menangkan
Silahkan di add contact kami ya bos :)
Line : agen365
WA : +85587781483
Wechat : agen365
terimakasih bos ditunggu loh bos kedatangannya di web kami kembali bos :)"
Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
BalasHapusDalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
Yang Ada :
TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
Sekedar Nonton Bola ,
Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
Website Online 24Jam/Setiap Hariny
Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
BalasHapusDalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
Yang Ada :
TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
Sekedar Nonton Bola ,
Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
Website Online 24Jam/Setiap Hariny