Hai, sudah menyesal?

Aku rindu hujan, ia sempat mampir tapi hanya untuk singgah. Aku pun tak ingin menetap dalam hujan, karena ku tau hujan tak akan hadir kembali ketika ku merindu.
Rindu harus diobati, dipangkas hingga tak bersisa atau biarkan hingga terisak. Tapi bagaimana?
Kemarau panjang ini semakin membara tak seperti bara hati yang kian memadam, tinggal menanti hujan untuk membinasakan secara total.


Kini hanya sebuah kebingungan yang memenuhi benak pikiran ini, apakah ku harus menanti hujan? Atau membenci hujan karena tak kunjung hadir? Aku takut jika salah dalam mengambil pilihan, karena ada yang pernah berkata padaku, jika tenggelam pada sebuah emosi jangan pernah membuat keputusan karena hanya penyesalan yang menanti di ujung pilihanmu.


Namun, jika terlanjur memilih. Aku hanya akan mengatakan hai kepada penyesalan yang kutemui lalu kusambung dengan pertanyaan, "Bagaimana harimu kawan? Kuharap tak ada penyesalan hari ini"
.
.
"Hai, sudah menyesal?"
By . Moirae- 14 November 2019

Komentar

Popular Posts

Mata Jiwa

Cappuccino tanpa Cincau