Ini Malam, Dingin Katanya
Seduh Kopimu, Bakar Rokokmu, Sebelum Engkau Membaca
Malam sungguh dingin, aku tak ingin kemana malam ini. Cukup bermanja ria dengan selimut kesayangan sembari menikmati bisikan si pendingin ruangan. Lampu menari-nari menemani malamku yang nyaman. Buku-buku berbaris rapi mengantri giliran untuk dijamahi. Tetap saja, antrian tidak pernah berguna di rumah ini, aku ambil saja sesuka hatiku, toh aku yang berkuasa.
Tak lengkap jika hanya buku, buku butuh kopi, kopi butuh rokok, dan aku butuh kamu. Sial.
Kupikir, inilah saatnya meninggalkan singgasana dan pelukan selimutku tercinta. Aku harus keluar dan menyeduh, aku ingin teduh.
Menunggu air menjadi panas sungguh membosankan, aku benci. Ku biarkan rokok menemani penantianku yang panjang. Tangan ini sudah letih sehabis menggiling, terlalu lama tidak menggenggam kehangatan. Hanya ada panas teko.
Kopi Tubruk adalah teman setia setiap malam, ia nyata tanpa dusta. Sungguh kotor dirinya, aku suka. Ia tak pernah peduli akan kata orang, berbeda dengan Latte yang harus berdandan untuk sesi foto setiap saat. Pahit? kata siapa, tubruk membawa cita rasa asli dari biji kopi yang digunakan. Ia jujur apa adanya, tak ada yang disembunyikan. Hanya perlu sedikit hati untuk memanggilnya, jangan terlalu berhati-hati. Kasihan si Hati.
Kopi, Buku, dan Rokok. Nikmat malamku hampir sempurna, kurang kamu saja. Jemariku menari-nari dalam tiap lembaran buku, mata terus menyoroti gerakan jemari. Sungguh pertunjukan drama yang menjadi favoritku setiap saat. Kepulan asap menjadi ciri khas ruangan itu. Ruangan hangat yang tercipta dari dinginnya malam.
Semua itu terhenti begitu saja. Aku benci saat ini! Kopiku kehilangan pasangan setianya, aku tak mau! Tak tega kubiarkan kopi ini hanya berduaan dengan buku. Aku harus keluar, keluar dari zona ini! Tapi terlalu dingin di luar, tapi kasihan si kopi, tapi...tapi... Ah kebanyakan tapi, malamku keburu hilang nanti. Aku percaya momen itu dibentuk dan akan kubuat tiap malam menjadi momen berharga,
Saatnya bergegas ke warung terdekat, membeli rokok. Sapaan anjing-anjing di jalanan sungguh merdu, seolah mereka tahu aku butuh ditemani. Meski suara saja. Sepi malam ini, mungkin karena dingin. Bintang tak berani keluar sendiri. Bulan bilang ia takut kedinginan, jadi ia akan bersembunyi di balik awan saja. Awan hangat katanya.
Tak ada warung sembako yang buka, andai aku mengendarai motor tadi. Sudah jauh aku berjalan, sia-sia jika berhenti. Lebih baik aku mencari warung kopi terdekat, pasti ada rokok disana. Mungkin juga cerita hangat.
Itu dia, warung kopi! Lengkap dengan tukang tasi yang sedang beristirahat dan kawula muda yang sedang kasmaran. Ah indahnya masa muda. Apa mereka pernah bertengkar dan minta putus? Ah itu urusan mereka, cukup ibu-ibu depan sana saja yang menjadi jaksa penuntut malam ini. Aku tak ingin merusak momen.
Kawula muda lainnya telah hadir di warung kopi ini, kali ini bergerombolan. Mobil-mobil yang keren, tapi sayang hanya mobil yang keren. Mereka sepertinya lupa cara menjadi tamu yang sopan dan baik.
Aku jadi teringat kata-kata paman. Paman selalu berkata padaku, "Jadilah tamu yang baik, kasian pemilik rumah. Kalau kamu tidak menjadi tamu yang baik, nanti tuan rumah bingung. Ia tak tahu harus menyuguhkan hati atau kopi." Sejak saat itulah aku selalu menjadi tamu yang baik. Kasihan tuan rumah.
Sepertinya pemilik warung kopi bukan bingung ingin menyuguhkan kopi atau hati untuk kawula muda ini. Pisau di depan meja kopi tiba-tiba menghilang.
Kopiku tiba, iya, untuk menggantikan kopi di rumah tadi yang kenikmatannya berkurang karena terburu-buru. Kopi itu dinikmati, seperti saat aku bersamamu. Harus dinikmati. Kan keingat kamu melulu. Yasudah, sudah kuputuskan. Aku tak ingin menjadi tamu yang baik jika esok aku ke Cafe tempatmu. Aku mau disuguhkan hati, bukan kopi!

Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
BalasHapusDalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
Yang Ada :
TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
Sekedar Nonton Bola ,
Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
Website Online 24Jam/Setiap Hariny