Perkembangan
Aku merasa gagal dalam berbagai aspek. Ketika berhadapan dengan cermin, hal yang pertama kulakukan ialah berpaling. Cermin selalu menunjukkan sesosok manusia gagal di hadapanku ketika kumelihatnya. Setiap kegagalan terpampang jelas pada wajah sosok tersebut. Tak peduli seberapa kali ia mencoba, hanya kegagalan yang terlihat. Miris? Mungkin, tapi disanalah ia sadar kalau kehidupan bukanlah sebuah jalan lurus mencapai tujuan.
Setiap orang yang ditemui, selalu memberikan masukkan.
"Bukan begitu cara melakukan sesuatu"
"Pikirin dulu lah makanya jangan hanya jalan"
"Segini aja kemampuanmu? Nyerah?"
"Usahamu belum keras bro"
Seolah semua itulah yang ingin didengar oleh sosok tersebut. Terkadang ia hanya ingin tempat, iya tempat untuk bernafas dari segala sesuatu yang mendesak dan memikat kehiruk pikukan dalam pikirannya.
Aku memberanikan diri, kutatap sosok dalam cermin tersebut. Setiap ingatan terlintas di wajahnya. Wajah penuh kegagalan. Terpampang jelas sebuah tujuan yang tak pernah tercapai dalam tiap raut dalam wajah tersebut. Hanya ada kegagalan dan usaha yang tak kunjung membuahkan hasil. Bukan karena kurang usaha atau doa. Namun mungkin karena kurangnya kesadaran.
Kucoba untuk meraih kesadaran sosok tersebut. Beberapa kilatan ingatan menyapaku yang berlalu dalam pikiran sosok itu. Kumelihatnya berdiri dari sebuah titik, titik kecil. Ia berusaha menggapai Tujuannya. Segala cara diusahakan dalam meraihnya. Ia terjatuh, dan merasa gagal. Ia berhenti pada tempat ia terjatuh. Namun ia tak sadar ia bukan berdiri pada titik ia memulai sebelumnya, ia sudah beberapa langkah maju dari titik sebelumnya dan mulai mendekati tujuan yang diinginkan. Hanya saja, kenapa ia berhenti?
PADAHAL YANG PERLU IA LAKUKAN ADALAH BANGUN DAN MELANGKAH LAGI!!
BUKAN DIAM PADA TITIK IA JATUH, IA TELAH BERPINDAH. KENAPA HARUS BERHENTI??

Komentar
Posting Komentar